seksi manajemen dan rekayasa lalu lintas

KEPALA SEKSI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALULINTAS

Nama                                : SHERWINDUS HEREBINUS W, S.Tr

NIP                                     : 19811030 201101 1 003

Tempat Tanggal Lahir    : Dili, 30 Oktober 1981

Pendidikan                       : S1

 

Uraian Tugas

  • Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan program, petunjuk teknis dan pengoordinasian penyelenggaraan kegiatan di bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas;
  • Untuk menjabarkan tugas pokok sebagaimana Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas mempunyai uraian tugas sebagai berikut :
  1. Menyusunan program dan kegiatan penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara berdasarkan kebijakan nasional, propinsi, dan kabupaten di bidang lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara dengan memperhatikan keserasian antar daerah dan antar kawasan;
  2. Menyiapkan bahan penetapan rencana induk jaringan LLAJ kabupaten;
  3. Menyusun, mengatur, dan menetapkan kelas jalan pada jaringan jalan kabupaten/desa dan jalan kota;
  4. Menentukan lokasi, pengadaan, pemasangan, pemeliharaan dan penghapusan perlengkapan, prasarana transportasi darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara, seperti rambu, marka, APILL, delineator, suar, alat uji KIR, alat navigasi, dan perlengkapan lainnya
  5. Menyelenggarakan pencegahan, penanggulangan, penelitian dan pelaporan kecelakaan lalu lintas di darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan / atau yang menjadi issu kabupaten.
  6. Melaksanakan proses pengusulan perizinan, penetapan larangan, pengawasan dan evaluasi terhadap penggunaan sarana dan prasarana selain untuk kepentingan lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara di kabupaten.
  7. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi dokumen analisis dampak laulintas (ANDALALIN) di jalan kabupaten dan membuat kajian, analisis dan melaksanakan hasil kajian, analisis penanganan dampak lalu lintas pada suatu kawasan atau pembangunan serta melaksanakan kajian teknis yang berkaitan dengan analisis dampak lalu lintas atau manajemen dan rekayasa lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara ;
  8. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara;
  9. Menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan, pembinaan, koordinasi dan monitoring serta petunjuk teknis yang berkaitan dengan manajeman dan rekayasa lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara;
  10. Melaksanakan survei volume dan kecepatan lalu lintas, mengetahui asal dan tujuan perjalanan, mengolah dan menganalisis data lalu lintas, identifikasi tingkat pelayanan prasarana transportasi darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara;
  11. Melaksanakan pembuatan juknis, pembinaan & pengendalian serta pengawasan lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara;
  12. Menetapkan standard batas maksimum muatan bagi transportasi pengangkut barang baik darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara.
  13. Menyelenggarakan kegiatan perencanaan lalu lintas transportasi darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara, seperti identifikasi masalah lalu lintas, inventarisasi dan analisis (situasi arus lalu lintas, daya tampung jalan, daya tampung kendaraan, dampak lalu lintas), penetapan tingkat pelayanan prasarana, dan penetapan rencana kebijakan pengaturan penggunaan prasarana dan gerakan lalu lintas.
  14. Menyelenggarakan kegiatan pengaturan lalu lintas transportasi darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara, seperti penetapan kebijakan pengaturan penggunaan jaringan prasarana dan gerakan lalu lintas pada jaringan prasarana tertentu.
  15. Menyelenggarakan kegiatan perekayasaan lalu lintas transportasi darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara, seperti pengadaan, pemasangan, dan pemeliharaan perlengkapan jalan yang berkaitan langsung dengan pengguna jalan, dokumen master plan, studi kelayakan, desain teknis detil (Detail Engineering Design), inventarisasi kebutuhan tentang perencanaan pengadaan, pemasangan perlengkapan prasarana  lalu lintas darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara.
  16. Menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan lalu lintas transportasi darat, seperti arahan, bimbingan, penyuluhan, pelatihan, dan bantuan teknis darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara.
  17. Menyelenggarakan kegiatan pengawasan lalu lintas transportasi darat, seperti penilaian terhadap pelaksanaan kebijakan dan tindakan korektif terhadap kebijakan darat, sungai, danau, perairan, laut, dan udara.

Melaksanakan evaluasi dan pelaporan; dan melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugas.