X-RAY, Solusi Keamanan Penerbangan Di Bandara Bersujud Batulicin

X-Ray merupakan salah satu alat keamanan penerbangan di Bandara. Berdasarkan UU no 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Bab 1 butir 49 menjelaskan tentang definisi keamanan penerbangan.  Keamanan Penerbangan yaitu suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari tindakan melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas dan prosedur. Jadi X-Ray merupakan salah satu fasilitas dari penunjang keamanan penerbangan.

Pada Tahun 2009 Dinas Perhubungan pernah melaksanakan pengadaan X-Ray dan Walkthrough Metal Detector (WTMD) dengan masa umur ekonomis 5 Tahun.  Berdasarkan  masa umur ekonomisnya alat tersebut tidak bisa digunakan lagi karena adanya sparepart yang discontinue sehingga perlu didatangkan teknisi dari agen tunggal X-Ray tersebut. Hasil pemeriksaan dari tekhnisi berupa rekomendasi untuk mengganti dengan tipe baru (multi view) karena X-Ray merupakan alat tekhnologi yang perkembangannya sangat cepat. Pelaksanaan pengadaan X-Ray pada tahun 2009 menggunakan single view. X-Ray dengan detector  single view merupakan alat deteksi dari satu arah  sedangkan pada multi view  menggunakan alat deteksi dari  beberapa arah. Selain itu semakin canggih suatu X-Ray maka semakin cepat resolusi teknologi gambarnya.

Saat ini Dinas Perhubungan sudah merealisasikan pengadaan X-Ray sesuai dengan standar keamanan. Pada tanggal 10 Nopember 2017 dilakukan training untuk operator sebanyak 10 orang. Peserta training dari Avsec (Aviation Security). Avsec merupakan personil keamanan penerbangan yang memiliki lisensi atau Surat Tanda Kecakapan Petugas (SKTP) yang diberi tugas dan tanggungjawab dibidang keamanan penerbangan. X-Ray di Bandara Bersujud bertujuan untuk mengamankan barang-barang dan mengantisipasi adanya barang –barang yang membahayakan penerbangan sehingga bisa dipastikan keamanan penumpang dan barang bisa terpenuhi.

Keamanan penerbangan bagi  penumpang angkutan udara yang lainnya adalah Walkthrough Metal Detector (WTMD) yang bertujuan untuk mendeteksi dan memastikan keamanan barang-barang yang tidak diperkenankan dibawa ke dalam pesawat, seperti pistol, senjata tajam dan barang terlarang lainnya.

Berdasarkan UU No.1 Tahun 2009 dan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor : SKEP/2765/XII/2010, maka ada 5 (lima) Peralatan Pengamanan Bandara yang wajib dipenuhi untuk bandara internasional yaitu:

  1. Peralatan X-Ray: Cabin, Bagasi, Cargo
  2. Walk Through Metal Detector (WTMD)
  3. Hand Held Metal Detector (HHMD)
  4. Explosive Detector
  5. Closed Circuit Television (CCTV)

Untuk Bandara Bersujud Kab. Tanah Bumbu yang merupakan bandara perintis, saat ini memiliki  peralatan pengamanan sesuai perundang – undangan bagi bandara perintis berupa X-Ray, Walkthrough Metal Detector (WTMD), dan Hand Head Metal Detector (HHMD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *